Kompleksitas sistem teknologi informasi yang kali ini saya coba bahas adalah salah satunya di Universitas. bagaimana IT diuniversitas bisa menyajikan layanan yang baik guna memenuhi kebutuhan mahasiswa dan kegiatan lainnya.
Kita coba mulai dari sisi Infrastruktur, biasanya didalam universitas terdapat infrastruktur IT yang digunakan untuk pendukung layanan IT dikampus. mulai dari Network infrastruktur terdiri dari Router, switching, Wireless Access Point, Server dan koneksi internet yang cukup untuk WAN, juga dari sisi security harus diperhitungkan.
Lalu dari sisi layanan, terkait sistem informasi mulai dari Sistem informasi Administrasi Akademik, sistem informasi keuangan, sistem informasi perpustakaan, sistem informasi elearning, dan lain-lain.
Sistem tersebut dibuat berdasarkan user requirement kampus tersebut. semua sistem tersebut harus terintegrasi agar tidak terjadi duplikasi data dan kesalahan yang mengakibatkan data tidak sesuai
dari penjelasan singkat, bisa dibilang kulitnya doang sudah agak rumit. namun disisi itu kompleksitas sistem teknologi informasi berdasarkan kebutuhan usernya. semakin besar kebutuhan dan komplek, semakin komplek sistem informasi yang diberikan
Sabtu, 07 Desember 2013
Perubahan IT yang fenomenal sekarang dan Lima tahun ke depan
Perubahan IT yang fenomenal saat ini dan 5 tahun kedepan menurut saya yaitu teknologi Cloud Computing. mungkin saat ini masih agak asing dikalangan umum, namun beberapa tahun kedepan, teknologi ini mungkin sangat membantu dalam aspek bisnis.
Apasih Cloud computing itu
Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud)adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya.[1] Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkaitteknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), [2] sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewatInternet ("di dalam awan") [3] tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.[4] Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server diinternet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."[5]
Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud (sumber : wikipedia)
Perubahan IT yang cukup fenomenal sejak 1990
Membaca dari judulnya saja, saya agak sedikit meraba2 sebenarnya perubahan IT yang cukup fenomenal sejak 1990, karena saya terlahir di tahun itu. tapi saya coba membahas beberapa perubahan yang cukup fenomenal.
Dikarenakan saya lebih sibuk bekerja di bidang IT khususnya di Infrastruktur, ternyata saya dapat beberapa pengalaman dari customer saya mengenai perubahan yang cukup signifikan terutama dalam koneksi internet.
Saya ambil contoh di salah satu customer saya, mereka pada saat dulu, mungkin 1990 untuk bisnis mereka telah menerapkan teknologi IT diantaranya yaitu untuk menghubungkan antar kantor cabang. dulu sebelum ada teknologi Fiber Optik untuk media transmisi yang cepat. dulu mereka memanfaatkan teknologi satelit untuk menghubungkan antar cabang, mereka menggunakan VSAT (Very Small Aperture Terminal), dengan kecepatan 64kbps, bayangkan betapa leletnya dan itu digunakan untuk transfer data dari kantor cabang ke kantor pusat.
Pada saat itu perusahaan mereka menerapkan sistem shifting untuk staff administrasi mereka, dikarenakan koneksi data yang lambat, sehingga untuk efisiensi bisnis mereka melakukan shifting jadwal. 12 jam untuk shifting pertama dan 12 jam untuk shifting kedua.
lalu munculah media transmisi FO (Fiber Optik), kemudian mulai berkembang dengan pesat teknologi internet, maka dengan kemajuan ini, mereka tidak perlu melakukan shifting untuk melakukan kegiatan bisnis yang berkaitan dengan IT
Dikarenakan saya lebih sibuk bekerja di bidang IT khususnya di Infrastruktur, ternyata saya dapat beberapa pengalaman dari customer saya mengenai perubahan yang cukup signifikan terutama dalam koneksi internet.
Saya ambil contoh di salah satu customer saya, mereka pada saat dulu, mungkin 1990 untuk bisnis mereka telah menerapkan teknologi IT diantaranya yaitu untuk menghubungkan antar kantor cabang. dulu sebelum ada teknologi Fiber Optik untuk media transmisi yang cepat. dulu mereka memanfaatkan teknologi satelit untuk menghubungkan antar cabang, mereka menggunakan VSAT (Very Small Aperture Terminal), dengan kecepatan 64kbps, bayangkan betapa leletnya dan itu digunakan untuk transfer data dari kantor cabang ke kantor pusat.
Pada saat itu perusahaan mereka menerapkan sistem shifting untuk staff administrasi mereka, dikarenakan koneksi data yang lambat, sehingga untuk efisiensi bisnis mereka melakukan shifting jadwal. 12 jam untuk shifting pertama dan 12 jam untuk shifting kedua.
lalu munculah media transmisi FO (Fiber Optik), kemudian mulai berkembang dengan pesat teknologi internet, maka dengan kemajuan ini, mereka tidak perlu melakukan shifting untuk melakukan kegiatan bisnis yang berkaitan dengan IT
Inventariasasi perspektif IT dimata macam-macam orang
Kali ini saya coba mengulas perspektif IT diberbagai sudut pandang orang. diantaranya :
1. IT menurut para pelajar
Pelajar rangenya dari SMP-SMA. menurut mereka rata2 pemahaman mengenai teknologi informasi adalah Internet (Indomie telor kornet) bertujuan untuk mencari tugas, chatting, facebookan, dan menjelajahi berbagai situs dan media social
2. IT menurut para Mahasiswa
IT menurut mahasiswa juga gak menurut saya gak jauh beda. bahkan sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian kalangan mahasiswa, mulai dari gadget, smartphone, notebook, dan menjelajahi diberbagai dunia internet
3. IT menurut para Pekerja IT
Sesuatu yang mengasikan namun juga memusingkan, diantaranya programming dan networking. disatu sisi mereka penikmat penjelajah internet dan aplikasi yang memudahkan dalam beberapa kegiatan mereka, disisi lain sebagai seorang IT baik programmer maupun networking merupakan suatu yang memusingkan dan bagian dari tanggung jawab mereka sebagai pekerja IT
4. Perspektif IT di mata orang tua
Menurut orang tua IT merupakan sesuatu teknologi maju yang sebagian dari mereka ketinggalan dan kesulitan dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi tersebut
1. IT menurut para pelajar
Pelajar rangenya dari SMP-SMA. menurut mereka rata2 pemahaman mengenai teknologi informasi adalah Internet (Indomie telor kornet) bertujuan untuk mencari tugas, chatting, facebookan, dan menjelajahi berbagai situs dan media social
2. IT menurut para Mahasiswa
IT menurut mahasiswa juga gak menurut saya gak jauh beda. bahkan sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian kalangan mahasiswa, mulai dari gadget, smartphone, notebook, dan menjelajahi diberbagai dunia internet
3. IT menurut para Pekerja IT
Sesuatu yang mengasikan namun juga memusingkan, diantaranya programming dan networking. disatu sisi mereka penikmat penjelajah internet dan aplikasi yang memudahkan dalam beberapa kegiatan mereka, disisi lain sebagai seorang IT baik programmer maupun networking merupakan suatu yang memusingkan dan bagian dari tanggung jawab mereka sebagai pekerja IT
4. Perspektif IT di mata orang tua
Menurut orang tua IT merupakan sesuatu teknologi maju yang sebagian dari mereka ketinggalan dan kesulitan dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi tersebut
Sabtu, 05 Oktober 2013
Perkembangan Teknologi Informasi
Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).[1]
Dalam konteks bisnis, Information Technology Association of America menjelaskan
Pengolahan, penyimpanan dan penyebaran vokal, informasi bergambar, teks dan numerik oleh mikroelektronika berbasis kombinasikomputasi dan telekomunikasi. [2] Istilah dalam pengertian modern pertama kali muncul dalam sebuah artikel 1958 yang diterbitkan dalam Harvard Business Review, di mana penulis Leavitt dan Whisler berkomentar bahwa "teknologi baru belum memiliki nama tunggal yang didirikan. Kita akan menyebutnya teknologi informasi (TI). ".[3] Beberapa bidang modern dan muncul teknologi informasi adalah generasi berikutnya teknologi web, bioinformatika, ''Cloud Computing'', sistem informasi global, Skala besar basis pengetahuan dan lain-lain.
Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain tetapi itu tidak bertahan secara lama karena Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi,komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.
TI adalah bidang pengelolaan teknologi dan mencakup berbagai bidang yang termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal seperti proses, perangkat lunak komputer, sistem informasi, perangkat keras komputer, bahasa program , dan data konstruksi. Singkatnya, apa yang membuat data, informasi atau pengetahuan yang dirasakan dalam format visual apapun, melalui setiap mekanisme distribusi multimedia, dianggap bagian dari TI. TI menyediakan bisnis dengan empat set layanan inti untuk membantu menjalankan strategi bisnis: proses bisnis otomatisasi, memberikan informasi, menghubungkan dengan pelanggan, dan alat-alat produktivitas.
TI melakukan berbagai fungsi (TI Disiplin/Kompetensi) dari meng-instal Aplikasi untuk merancang jaringan komputer dan Databaseinformasi. Beberapa tugas yang TI lakukan mungkin termasuk manajemen data, jaringan, rekayasa perangkat keras komputer, database dan desain perangkat lunak, serta manajemen dan administrasi sistem secara keseluruhan. Teknologi informasi mulai menyebar lebih jauh dari konvensional komputer pribadi dan teknologi jaringan, dan lebih ke dalam integrasi teknologi lain seperti penggunaan ponsel, televisi, mobil, dan banyak lagi, yang meningkatkan permintaan untuk pekerjaan .
Di masa lalu, para (Dewan Akreditasi untuk Engineering dan Teknologi) dan Asosiasi untuk mesin komputasi telah bekerjasama untuk membentuk akreditasi dan standar kurikulum [4] untuk program degrees di Teknologi Informasi sebagai bidang studi dibandingkan [5]dengan Ilmu Komputer and Sistem Informasi. SIGITE (Special Interest Group for IT Education)[6] adalah kelompok kerja ACM untuk mendefinisikan standar ini. Pendapatan layanan TI di seluruh dunia sebesar $ 763.000.000.000 di tahun 2009.[7]
sumber : wikipedia.com
Jumat, 02 Agustus 2013
Andaikan dikasih 1 Triliun untuk pengembangan IT Nasional
Bagaimana jika anda ditugaskan untuk mengembangkan IT Nasional di Indonesia dengan biaya sebesar 1 Triliun ?, hal sederhana jika saya ditugaskan untuk mengemban amanah tersebut yaitu :
1. Pengembangan disisi Telekomunikasi untuk daerah kepulauan
Kita tahu bahwa Indonesia merupakan Negara kepulauan, dari sabang hingga merauke dipisahkan oleh lautan. Masalah komunikasi kerap menjadi permasalahan bagi sebagian wilayah di Indonesia. Komunikasi merupakan jembatan penting untuk membuka wawasan, hubungan ekonomi, dan yang lainnya. Plan saya jika diberikan 1 Triliun adalah melakukan pengembangan dan pemerataan komunikasi pedesaan dan daerah yang tidak terjangkau, alokasi dana sekitar 60% untuk pengembangan tersebut.
Kita bisa menggunakan Teknologi satellite sebagai backbone, meskipun bandwidth terbatas, minimal ada kemudahan dalam berkomunikasi.
2. Pengembangan Akses Data / Internet di pedesaan
Pengembangan ini bisa dijadikan 1 paket pengerjaan dengan pengembangan di sisi telekomunikasi. Karena backbone menggunakan vsat dapat dijadikan untuk backbone data maupun voice. Dengan terjangkau akses internet dipedesaan, dapat membuka salah satu jendela sumber informasi agar tidak tertinggal dengan kemajuan teknologi dan informasi terkini.
3. Pengembangan SDM Pengajar mengenai Teknologi Informasi
Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) untuk pengajar untuk dapat melek IT. Melakukan training atau pelatihan rutin untuk pengajar disekolah penggunaan teknologi informasi agar tidak tertinggal dengan diperkotaan.
saya pribadi lebih condong ke arah pendidikan dan komunikasi untuk pengembangan IT Nasional, karena SDM merupakan asset bangsa. Secanggih apapun teknologi IT yang kita punya, namun SDM kita belum siap dalam menggunakan dan mengimplementasikan, dan masyarakat pun tidak dapat menikmati manfaat tersebut , sepertinya kurang efektif. Jadi langkah sederhana untuk pengembangan IT, namun jika ini bena-benar diterapkan dan berkesinambungan, insya Allah IT di Indonesia akan maju, karena SDM kita siap !
Terima Kasih
Perlindungan Kode Etik Profesi IT
Teknologi, Informasi dan Komunikasi bisa menjadi pilar-pilar pembangunan nasional yang bisa mengadaptasi di setiap permasalahan bangsa sebagai contoh menyerap tenaga kerja baru, mencerdaskan kehidupan bangsa dan sebagai alat pemersatu bangsa. Dalam mengaplikasikan ilmunya ataut menjalankan profesi IT bukan mudah dan bukan tidak sukar, yang terpenting adalah kita mampu menempatkan diri pada posisis yang benar. Profesi IT dianggap orang lain adalah profesi khusus karena keahlian yang ia miliki maka dari itu kita bisa menentukan tapi dengan ikatan yang jelas.
Profesi IT juga bisa dianggap sebagai 2 mata pisau, bagaimana yang tajam bisa menjadikan IT lebih berguna untuk kemaslahatan umat dan mata lainya bisa menjadikan IT ini menjadi bencana sosial, bencana ekonomi maupun krisis kebudayaan yang saat ini sering terjadi yaitu Pembuatan website porno, seorang hacker melakukan pengacakan rekening sebuah bank dan melakukan kebohongan dengan content-content tertentu, dan lain-lain.
Kita juga harus bisa menyikapi dengan keadaan teknologi, informasi dan komunikasi saat ini dengan arus besar data yang bisa kita dapat dengan hitungan per detik ataupun dengan kesederhanaan teknologi kita bisa melakukan pekerjaan kita menjadi praktis, tapi kita harus melakukan pembenahan terhadap teknologi sebagai inovasi untuk meringankan maupun memberantas resiko kejamnya teknologi itu sendiri. Dengan membangun semangat kemoralan dan sadar akan etika sebagai orang yang ahli di bidang IT . Tentu saja diharapkan etika profesi semakin dijunjung ketika jenjang pendidikan kita berlatar IT makin tinggi. Sedangkan keahlian dilapangan meningkat seiring banyaknya latihan dan pengalaman.
Pada kesempatan saat ini, bagaimana kita bisa menegakan etika profesi seorang teknokrat(sebutan bagi orang yang bekerja di bidang IT) dan bagaimana kita bisa menjadi seorang teknokrat yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kita harus bisa memberikan inovasi-inovasi pemikiran, gagasan produktif dan aksi nyata untuk perkembangan IT kedepan. Bukan tak mungkin IT akan menjadi hal yang sistematis dalam perkembanagan bangsa kedepan dalam memajukan kegidupan berbangsa maupun bernegara
Perlindungan Terhadap Profesi Komputer
Saat ini banyak sekali yang mengatas namakan bahwa mereka yang menganggap dirinya adalah seorang programmer, network engineer, IT engineer terkadang bukan dari latar belakang pendidikan teknologi informasi, mereka belajar secara otodidak berdasarkan pengalaman dan pembelajaran secara mandiri. Lalu bagaimana dengan mereka yang sekolah hingga kuliah memang focus dipendidikan IT,yang menjadi pertanyaan saya adalah lalu Apa yang membedakan profesi antara yang memang focus di sekolah IT atau dari otodidak ?
Hal ini perlu ditegaskan, agar ada perlindungan mengenai profesi IT. Ada beberapa hal yang mungkin dapat dijadikan parameter bahwa orang tersebut dapat disebut atau berprofesi sebagai programmer atau IT engineer atau developer didunia IT diantaranya :
1. Berlatar belakang pendidikan IT
2. Memiliki sertifikasi keahlian yang diakui baik sekala nasional maupun international
3. Pengalaman kerja di bidang tersebut
Saat ini untuk tender atau project pemerintahan sudah menerapkan beberapa persyaratan tersebut sebagai syarat bahwa perusahaan tersebut dapat mengikuti proses tender pemerintahan. Dengan adanya parameter tersebut diharapkan dapat benar-benar menghasilkan kualitas jasa maupun produk IT yang unggul dengan tenaga ahli / profesi sesuai dengan capabilitas maupun kapasitasnya.
Terima Kasih
Langganan:
Postingan (Atom)